Kenali Lebih Dekat Rhinitis Non-Alergi

shutterstock_117700915

Rhinitis merupakan kondisi dimana membran mukosa hidung mengalami peradangan (Scarupa dan Kaliner,2009). Jika kita ditanya mengenai penyebab penyakit satu ini pasti sebagian besar akan menjawab karena alergi tetapi sebenarnya rhinitis tidak hanya karena alergi, rhinitis dapat juga disebabkan karena hidung mencium bau yang terlalu kuat, asap kendaraan, perubahan cuaca, perubahan hormonal, stres, minum minuman yang beralkohol atau disebut juga dengan rhinitis non-alergi. Kemudian, apa itu rhinitis non-alergi?

Rhinitis non-alergi merupakan rhinitis yang tidak memicu sistem kekebalan tubuh untuk bereaksi ketika ada substansi pemicu, hal inilah yang membedakannya dengan rhinitis alergi. Pada rhinitis alergi, alergen akan memicu tubuh untuk membentuk antibodi yang disebut dengan immunoglobulin E (igE). Rhinitis non alergi itu sendiri tidak hanya ditandai dengan 1 gejala yang khas tapi dapat ditandai dengan kumpulan beberapa gejala seperti bersin kronis, hidung tersumbat, gatal, dan mengeluarkan lendir. Namun, pada beberapa kasus, rhinitis non-alergi dapat menyebabkan kerak yang menumpuk pada hidung sehingga timbul bau busuk dan akan terjadi pendarahan jika kerak tersebut dihilangkan.

Biasanya rhinitis non-alergi menyerang orang dewasa dengan usia sekitas 30-60 tahun. Namun, jika ada gejala yang terjadi pada pediatri maka hal ini lebih ke arah ketidaknormalan anatomi hidung, dimana terjadi pembesaran adenoid dan turbinate hidung yang menyebabkan terhalangnya aliran udara. Rhinitis non-alergi juga lebih sering terjadi pada wanita dewasa, ini karena seringnya wanita mengalami perubahan hormonal.

Untuk memastikan bahwa seseorang sedang menderita rhinitis non-alergi maka perlu dilakukan serangkaian tes alergi, jika hasil tes menunjukan tidak adanya alergi maka dapat dipastikan mengalami rhinitis non alergi.

Perawatan dan pengobatan rhinitis non alergi tergantung pada seberapa parah kondisi yang diderita. Jika masih dapat diatasi sendiri, dibawah ini ada beberapa hal yang dapat mengurangi gejala yang ditimbulkan oleh rhinitis non alergi antara lain :

  1. Menggunakan obat semprot saline
  2. Menghirup uap air hangat
  3. Tetap terhidrasi dan menghindari minuman yang berkafein

Namun jika gejala tidak semakin membaik, sebaiknya penederita rhinitis tersebut dibawa ke dokter karena dalam beberapa kasus, rhinitis non alergi dapat menyebabkan komplikasi seperti polip hidung, sinusitis, dan infeksi pada telinga bagian tengah.

 

Sumber:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3650992/

http://www.dokterdigital.com/id/penyakit/189_rhinitis-non-alergi.html

http://www.nhs.uk/conditions/Rhinitis—non-allergic/Pages/Introduction.aspx

http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nonallergic-rhinitis/symptoms-causes/dxc-20179169

https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/conditions-dictionary/nonallergic-rhinitis-vasomotor

Post Your Comment Here

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *