Tips Cerdas Memilih Obat

Saat kita terserang suatu penyakit, baik itu penyakit ringan sampai ke penyakit berat, sebagian dari kita mengkonsumsi obat-obatan untuk meredakan gejala penyakit yang timbul. Namun, sebelum memilih obat hendaklah memperhatikan “rambu-rambunya”. Pemilihan obat yang tidak benar bisa mengakibatkan efek yang cukup fatal. Contohnya saja ketika seseorang yang terserang suatu penyakit, kemudian dia memesan obat yang berlabel “K” di apotek tanpa resep dokter, dan fatalnya pihak apotek langsung saja memberikan tanpa melihat apakah ada resep dokternya atau tidak. Padahal, obat yang berlabel “K” apabila dibeli tanpa resep dokter dan disalahgunakan tanpa adanya arahan dari dokter, bisa jadi akan menimbulkan berbagai efek samping yang cukup berat, bahkan dapat menyebabkan kematian, jika penggunaannya salah. Maka, disini kita akan sedikit mengulas mengenai jenis-jenis golongan obat, kapan obat tersebut boleh digunakan tanpa resep dokter dan kapan harus ditebus dengan resep dokter, serta sedikit penjelasan mengenai efek samping yang timbul akibat salah dalam penggunaan obat.

Obat itu dibagi menjadi beberapa golongan, antara lain: obat bebas dan obat bebas terbatas, obat wajib apotek (OWA), obat keras, obat psikotropika, dan obat narkotika. Namun, yang akan kita bahas disini adalah obat bebas dan bebas terbatas, obat bebas apotek, serta obat keras, hal ini dikarenakan hanya sedikit orang yang mengetahui bahwa golongan obat-obat ini memiliki perbedaan tertentu yang sangat perlu jadi perhatian. Golongan-golongan obat ini memiliki beberapa perbedaan dari segi label, sisi keamanan, efek sampingnya, takaran (dosis), dan aturan pemakaiannya.

1. Obat Bebas dan Obat Bebas Terbatas

Golongan obat ini banyak dijumpai di pasaran. Pemakaiannya tidak harus melalui resep dokter, sehingga dapat dibeli kapanpun tanpa ke dokter terlebih dahulu. Kemungkinan efek samping yang ditimbulkan dari golongan obat ini tidak terlalu berat dibanding golongan obat lainnya. Namun, penggunaan jangka panjang (dalam waktu yang cukup lama secara kontinyu) bisa menyebabkan efek samping yang cukup berat, salah satunya dapat merusak hati dan ginjal. Untuk mengetahui bagaimana ciri obat bebas dan obat bebas terbatas, dapat dilihat dari label yang tertera di kemasan obat seperti gambar yang tertera di bawah ini.

 

2. Obat Wajib Apotek (OWA)

Golongan obat ini sebenarnya merupakan obat keras, namun dapat ditebus tanpa melalui resep dokter, sehingga untuk memperolehnya tidak perlu konsultasi ke dokter telebih dahulu. Namun obat ini tidak dapat diperoleh di warung-warung biasa, namun hanya bisa didapat di apotek dan rumah sakit.

3. Obat Keras

Nah, golongan inilah yang perlu hati-hati dalam penggunaannya. Obat keras hanya dapat diperoleh sesuai dengan resep dokter. Biasanya obat keras memiliki efek samping yang lebih besar, sehingga dosis yang digunakan sangat kecil dibanding golongan obat bebas dan obat bebas terbatas. Mengapa kita perlu menebus obat ini harus dengan resep dokter? Hal ini dikarenakan penggunaan obat ini harus sesuai dengan aturan yang tercantum, obat ini pun harus tepat sasaran dari sisi penyakitnya, maka sebelum diberikan obat ini, dokter terlebih dahulu mendiagnosa jenis penyakit yang dialami, kemudian dipilih obat yang memiliki mekanisme yang sesuai dalam mengatasi penyakit tersebut.

Ada beberapa kasus yang disebabkan pemilihan obat keras tanpa resep dokter. Contohnya, salah dalam pemilihan obat yang tidak sesuai dengan sasaran terapinya dan takaran obat yang tidak tepat. Kesalahan-kesalahan ini salah satunya dapat memperberat penyakit yang sedang dialami. Untuk dapat mengetahui obat yang akan kita gunakan apakah dari golongan obat keras, maka dapat dilihat dari label di kemasan yang tercantum seperti gambar di bawah ini.

Penggunaan obat keras ini sangat perlu dijadikan perhatian, dan harus di bawah pengawasan dari pihak medis. Penggunaan yang tidak benar bisa menimpulkan beberapa efek samping yang cukup berat, contohnya dapat merusak beberapa organ tubuh seperti hati dan ginjal, memperberat penyakit yang sedang dialami, timbul penyakit baru, dan berbagai efek samping lainnya.

Namun, tenang saja, semua efek samping di atas, insyaa Allah tidak muncul, jika kita menggunakannya secara tepat dan sesuai dengan aturan yang berlaku, tentunya semua itu terjadi atas seizin Allah.

Demikianlah, ini hanya sedikit penjelasan mengenai cara memilih obat yang tepat, semoga bermanfaat dan dapat diterapkan ketika kita hendak mengkonsumsi obat. Baarakallahu fiikum, salah sehat!

 

Ade Safitri, S.Farm

(Mahasiswa Farmasi Universitas Gadjah Mada)

Post Your Comment Here

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *